Minggu, 20 Oktober 2013

CIRI TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA MAKRO



KEKURANGAN DAN KELABIHAN UNSUR HARA  MAKRO
1.    Nitrogen (N)
            Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Merupakan bagian dari sel ( organ ) tanaman itu sendiri.
Berfungsi untuk sintesa asam amino dan protein dalam tanaman.
Merangsang pertumbuhan vegetatif ( warna hijau ) seperti daun.
 gejalanya : pertumbuhan lambat/kerdil, daun hijau kekuningan, daun sempit, pendek dan tegak, daun-daun tua cepat menguning dan mati. 1.

Kekurangan unsur hara Nitrogen (N)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEira0tg1X6BKGbUmPmbrFvdkN_f7NB5YEFZzM7Cnw5SkluH5v5PwxhodC72tLs7F-QLHfwXL6qDgZpHE6kfykKZWUulH6Kwpy1wNo36Zs2Fa7EXEza003IACvGZVjj-TNWNX356CzQdgEA/s320/N.JPGhttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZypTf04W8dBLeUd3fTPNVKjcAVUh5uPdtpriuZIU8ce9225E0LrBCIej6ivDJcTNgDTqFDVoa8dURz7FWj9vbR_PNJgXjRO4WZCQJew7M5FeZJMiTX-bG_5YRdFgHeEf7OhuIZH070zKp/s200/kurang+nitrogen+2.jpghttp://i1072.photobucket.com/albums/w364/Eratani/nitrogen-revwwwsdstateedu_zpsfea7ecb0.jpghttp://i1072.photobucket.com/albums/w364/Eratani/Nwwwinsectimagesorg_zpsffc50cc2.jpg

a)      Warna daun hijau agak kekuning-kuningan dan pada tanaman padi warna ini mulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun selanjutnya berubah menjadi kuning lengkap, sehingga seluruh tanaman berwarna pucat kekuning-kuningan. Jaringan daun mati dan inilah yang menyebabkan daun selanjutnya menjadi kering dan berwarna merah kecoklatan.
b)      Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
c)      Perkembangan buah tidak sempurna atau tidak baik, seringkali masak sebelum waktunya
d)     Dapat menimbulkan daun penuh dengan serat, hal ini dikarenakan menebalnya membran sel daun sedangkan selnya sendiri berukuran kecil-kecil
e)      Dalam keadaan kekurangan yang parah, daun menjadi kering, dimulai dari bagian bawah terus ke bagian atas

           Kelebihan unsur hara Nitrogen (N) Warna daun terlalu hijau , tanaman rimbun dengan daun. Proses pembuangan menjadi lama. Adenium bakal bersifat sekulen karena mengandung banyak air. Hal itu menyebebkan rentan serangan cendawan dan penyakit , dan mudah roboh. Produksi bunga menurun.
2.    Pospor (P)
Berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman.
Merangsang pembungaan dan pembuahan.
Merangsang pertumbuhan akar.
Merangsang pembentukan biji.
Merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.
gejaala  kekurangan unsur P 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtWupSJVXWKCzR0VH9iZjiEFJxNB1LxIRY5-Z2OHB7lVpcQSDtzlqZdB4E1Ogx21ItoF0jD6Zd7oSVATSjj22Sm6BU9-6-klR-Qdr6EfLS_8OH0VM2hyI9juDDxiVG0vVcOgCJDcM18ok/s320/P.JPGhttp://i1072.photobucket.com/albums/w364/Eratani/fosfor_zps100d577a.jpg 

  Pembentukan buah/dan biji berkurang, kerdil, daun berwarna keunguan atau kemerahan ( kurang sehat ).
a)      Terhambatnya pertumbuhan sistem perakaran, batang dan daun
b)      Warna daun seluruhnya berubah menjadi hijau tua/keabu-abuan, mengkilap, sering pula terdapat pigmen merah pada daun bagian bawah, selanjutnya mati. Pada tepi daun, cabang dan batang terdapat warna merah ungu yang lambat laun berubah menjadi kuning.
c)      Hasil tanaman yang berupa bunga, buah dan biji merosot. Buahnya kerdil-kerdil, nampak jelek dan lekas matang

             Kelebihan unsur hara Fosfor (P)
Kelebihan P menyebabkan penyerapan unsur lain terutama unsur mikro seperti besi (Fe) , tembaga(Cu) , dan seng(Zn) terganggu. Namun gejalanya tidak terlihat secara fisik pada tanaman.


3.      Kalium (K)
            Berfungsi dalam proses fotosintesa, pengangkutan hasil asimilasi, enzim dan mineral termasuk air.
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tanaman terhadap penyakit.
Tanaman yang kekurangan unsur K gejalanya : batang dan daun menjadi lemas/rebah, daun berwarna hijau gelap kebiruan tidak hijau segar dan sehat, ujung daun menguning dan kering, timbul bercak coklat pada pucuk daun.

 Kekurangan unsur hara Kalium (K)

http://i1072.photobucket.com/albums/w364/Eratani/kalium_zps650e9e7d.jpghttps://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7ikrv8Iy_5SvFrusNk6dUu3I4jYuJPDe7E7kJCs6d7Hya7EzRjsLiJgDiAy68acJaJsegGiWODHuiysJlOEfn_gbrBEYWitVLGpoyTbLieGwwG_lYQEQE-Bnar3zyl62-FPrPnL-Trq3J/s200/kurang+kalium.jpg

            Defisiensi/kekurangan Kalium memang agak sulit diketahui gejalanya, karena gejala ini jarang ditampakkan ketika tanaman masih muda.

a)      Daun-daun berubah jadi mengerut alias keriting (untuk tanaman kentang akan menggulung) dan kadang-kadang mengkilap terutama pada daun tua, tetapi tidak merata. Selanjutnya sejak ujung dan tepi daun tampak menguning, warna seperti ini tampak pula di antara tulang-tulang daun pada akhirnya daun tampak bercak-bercak kotor (merah coklat), sering pula bagian yang berbercak ini jatuh sehingga daun tampak bergerigi dan kemudian mati
b)      Batangnya lemah dan pendek-pendek, sehingga tanaman tampak kerdil
c)      Buah tumbuh tidak sempurna, kecil, mutunya jelek, hasilnya rendah dan tidak tahan disimpan
d)     Pada tanaman kelapa dan jeruk, buah mudah gugur
e)      Bagi tanaman berumbi, hasil umbinya sangat kurang dan kadar hidrat arangnya demikian rendah

   Khusus untuk tanaman padi, gejala kekurangan unsur Kalium dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.    Daun tanaman padi yang kekurangan Kalium akan berwarna hijau gelap dengan banyaknya bintik-bintik yang warnanya yang menyerupai karat. Bintik-bintik itu pertama-tama muncul pada bagian atas daun yang sudah tua, ujung daun dan tepi daun menjadi seperti terbakar (necrotic), berwarna coklat kemerahan atau coklat kuning. Daun-daun tua, khususnya di tengah hari akan terkulai dan daun-daun muda menggulung ke arah atas dan memperlihatkan gejala-gejala kekurangan air
b.    Batang tanaman padi yang kekurangan Kalium akan tumbuh pendek dan kurus. Dan kebanyakan varietas-varietas padi yang kekurangan Kalium lebih mudah rebah
c.    Pertumbuhan akar biasanya sangat terbatas, ujung akar akan tumbuh kurus dan pendek, dan akar selalu cenderung berwarna gelam dan hitam. Akar-akar cabang dan akar rambat sangat kurus dan selalu memperlihatkan gejala pembusukan akar.
d.    Bulir dan Malai Pertumbuhannya akan pendek dan umumnya mempunyai persentase kehampaan buah yang tinggi. Sedang jumlah bulir yang berisi untuk setiap helainya akan rendah, bulir-bulir padi akan berukuran kecil dan tidak teratur bentuknya, mutu dan berat 1.000 bulir akan berkurang, persentase bulir-bulir yang tidak berkembang dan tidak dewasa bertambah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


widgeo.net